Latar Belakang
Perubahan status IKIP Surabaya ke Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membuat kampus ini harus benar-benar siap melahirkan sarjana yang mampu berkompentesi dalam bidang pendidikan maupun non pendidikan। Dari itulah kampus Unesa harus benar-benar memberikan fasilitas yang menunjang, seperti: media virtual, multimedia, perpustakaan, media pembelajaran, dan lain-lain. Jadi semua Kegiatan belajar Mengajar (KBM) dan sarana prasarananya harus memungkinkan mahasiswa terlibat aktif. Akan tetapi kenyataan di lapangan untuk kelas non pendidikan dari segi fasilitas media pembelajarannya masih kurang sehingga mahasiswa non-kependidikan yang ingin melakukan eksperimen untuk membuktikan suatu teori masih belum bisa. Oleh karena itulah, diperlukan pengembangan dari segi fasilitas untuk media pembelajaran untuk mahasiswa yakni dengan media virtual. Dimana dengan media virtual ini mahasiswa bisa melakukan eksperimen secara virtual untuk lebih memahami gejala – gejala fisis yang bersifat mikroskopis sehingga sulit dilakukan secara eksperimen, solusi dari hal ini adalah membuat media virtual yang nantinya akan dirancang menggunakan komputer yang didukung dengan
software. Gejala fisis yang berkaitan dengan hal – hal yang bersifat mikroskopis diantaranya penentuan muatan elektron elementer, hal ini bisa dilakukan secara eksperimen tetes minyak milikan menggunakan APPARATUS PASCO model AP 8210 namun banyak kesulitan – kesulitan dalam pelaksanaanya,diantaranya:mengamati gerak elektron,pengadaan alat eksperimen mahal dan umumnya mahasiswa kurang teliti dalam melakukan eksperimen sehingga hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan teori,oleh sebab itu kami mencoba mendesain laboratorium virtual percobaan tetes minyak milikan untuk menentukan muatan elektron elementer. Selain gejala yang bersifat makroskopis. mahasiswa dapat merancang suatu simulasi tentang perkuliahan yang dimana teorinya bersifat abstrak. Pada penelitian ini akan dikembangkan media pembelajaran untuk mahasiswa. Media pembelajaran yang akan dikembangkan yakni dengan cara Merancang Media Virtual pada Percobaan tetes minyak milikan dengan menggunakan teknologi komputerisasi dengan menggunakan software Easy Java Simulation(EJS). Selanjutnya media virtual akan diterapkan di kelas yang dipilih yaitu program studi fisika reguler.
Perumusan Masalah/Fokus Penelitian Masalah yang ingin diselesaikan dalam penelitian adalah bagaimana kelayakan media virtual di kalangan mahasiswa, dosen, dan para ahli media?
Tujuan Penelitian: Terdapat beberapa tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini. Tujuan-tujuan tersebut adalah mengetahui kelayakan media virtual di kalangan mahasiswa, dosen, dan para ahli media sebagai perangkat alternatif dalam media pembelajaran.
Manfaat Penelitian: Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :
Manfaat bagi mahasiswa: Mahasiswa dapat lebih memahami materi perkuliahan tentang tetes minyak milikan dengan cara menggunakan media virtual untuk bisa mengetahui muatan elekton elementer. Mahasiswa mampu merancang sendiri simulasi – simulasi terkait materi perkuliahan fisika yang bersifat abstrak Memberikan motivasi pada mahasiswa untuk bisa merancang sendiri media virtual lainnya.
Manfaat bagi pengajar/dosen: Mempermudah pihak dosen untuk mensimulasikan materi perkuliahan fisika yang bersifat mikroskopis Membawa gejala fisis fisika ke dalam kelas atau di mana saja mereka ingin menerapkan media virtual.
Manfaat bagi lembaga/jurusan :Memiliki media virtual yang dapat dijadikan fasilitas untuk mahasiswa dalam membuat suatu simulasi।
Cara Membuat simulasi penentuan muatan elektron elementer pada” Tetes Minyak Milikan” Terlebih dahulu kita mengklik workpanel sampai muncul enter the new name seperti gambar berikut Gambar 1: Enter the new name
Kemudian kita tulis nama pendahuluan. Dalam pengisian di bagian pendahuluan klik kanan daerah workpanel kemudian pilih edit, setelah itu kita isi bagian dari pendahuluan seperti pada gambar berikut Gambar 2: Pendahuluan
Setelah mengisi dan membuat pendahuluan kita akan membuat Model yang terdiri dari Variable, Initialization, Evolution, Constraints, Custom dimana bagian-bagian tersebut dibuat lagi sub-sub bagiannya. Klik Variable,kemudian kita buat sub bagiannya dengan cara klik pada bagian workpanel lalu kita buat sub bagiannya antara lain coordinate, languange,view,particle tampilan dimana bagian – bagian tersebut diisi dengan program. Coordinate
Gambar 3: Variabel coordinate 2) Languange Gambar 4: Variabel Languange
3) View Gambar 5: Variabel View
4) Particle Gambar 6 Variabel View
Tampilan Gambar 7: Variabel tampilan
Model Variabel perlu untuk diberi inisilasasi (nilai awal). Menyediakan suatu nilai awal (Initialization) untuk masing-masing variabel, diperlukan nilai awal dengan tepat dari sistem.
Gambar 8: Model initialization
Evolutions Model Panel berikutnya, memberi label “ Evolutions”, mempunyai arti penting khusus digunakan untuk menandai adanya harus berbuat apa simulasi ketika evolusi berjalan Gambar 9: Evolutions Model
Constraints Subpanel memberi label “ Constraints” digunakan untuk menulis kode Ejs yang diperlukan untuk menetapkan adanya hubungan yang pasti antar variabel yang mempresentasikan system fisis yang disimulasikan. Gambar 10: Constrains Metode Custom Subpanel yang terakhir yang terkait model diberi label “ Custom”. Panel ini dapat digunakan oleh pembuat simulasi untuk mendefinisikan metode Java. Dengan cara yang berbeda untuk panel custom terkait model, di mana peran utama dirumuskan dengan baik di dalam struktur simulasi, metoda diciptakan di dalam panel ini harus dengan tegas digunakan oleh pembuat simulasi di dalam bagian lain dari simulasi.Didalam elemen custom terdiri atas sub-sub diantaranya:milikan,play pause,drop,GetA,dValue,SetV,ChangeV,ChangeQ 1.Milikan Gambar 11: Metode Custom Milikan 2.Playpause Gambar 12: Metode Custom Playpause 3.Drop
Gambar 13: Metode Custom Drop 4.GetA
Gambar 14: Metode Custom GetA
5.dValue
Gambar 15: Metode Custom dValue
6.SetV
Gambar 16: Metode Custom SetV
7.ChangeV
Gambar 17: Metode Custom ChangeV
8.ChangeQ Gambar 18: Metode Custom ChangeQ
Memeriksa View Mendesain view dari simulasi memerlukan dua langkah. Pertama kita perlu membangun pohon elemen dan memberi nama masing-masing elemen. Pohon elemen ini mendeskripsikan secara grafis komponen-komponen dari view sebab masing-masing elemen nampak seperti ikon (ada pada Elements for view) yang representatif sesuai dengan fungsinya. Gambar perkakas yang ada di Elements for view (sebelah kanan bingkai) silahkan klik dan di-drag ikon gambar sesuai yang dibutuhkan, untuk dipindahkan ke Tree of Elements yang telah dirancang. Pembuat simulasi harus memberi nama ilustratif pada masing-masing elemen, untuk memudahkan pembaca dalam memahaminya. Langkah yang kedua, mengedit property dari masing-masing elemen. Property adalah nilai-nilai internal yang terkait elemen itu, untuk menentukan bagaimana elemen terlihat dan berperilaku pada layar monitor. Kita mungkin tertarik dalam mengedit property dari suatu elemen untuk mengubah aspek statisnya dari grafis ( seperti bentuk, warna), atau untuk menggunakan variabel dari model untuk memodifikasi aspek dinamisnya ( ukuran atau posisi) pada layar. Mari kita lihat bagaimana kita menggunakan Properties dalam contoh simulasi gelombang elektromagetik ini. Gambar 19: View Hasil akhir tampilan simulasi gelombang elektromagnetik tampak pada gambar berikut: Gambar 20: Hasil akhir NB: Maaf beberapa gambar tidak bisa upload, ingin tahu hasil akhirnya bisa kontak saya


selamat sore pak ketut.
BalasHapussalam kenal...
saya nuri, tertarik sekali dengan perancangan simulasi fisika dengan ejs...
kalo boleh saya melihat gambar tampilan simulasi bapak, untuk memperbanyak referensi.
ini email saya.
nury_physicsuad@yahoo.com
terima kasih
selamat pagi pak, mau tanya kalau untuk penerapan pada fisika yang lain, berarti juga menggunakan kode2 yang lain. ada bukunya tidak pak? kalau ada saya mau beli.
BalasHapustri wiyoko fkip uns