Sabtu, 21 November 2009

Kiat belajar fisika


Jika anda mengalami kesulitan mempelajari fisika, ada kemungkinan itu tidak mutlakmerupakan “kesalahan” anda. Sistem pengajaran fisika kita kurang mendukung usahasiswa untuk belajar1. Tetapi tentu saja kita tidak boleh berdiam diri menghadapi kenyataanseperti itu. Pasti ada jalan untuk berhasil, bukan sekedar untuk lulus ujian, tetapi juga untuk memahaminya dengan lebih baik.

Mengubah paradigma

Sebelum mengambil langkah-langkah penyelamatan, kita harus menanggalkan paradigma yang sudah terlanjur keliru terhadap fisika. Paradigma inilah yang menimbulkan prasangka buruk yang berlanjut dengan keengganan belajar fisika. Di tingkat bawah sadar

kemudian terbentuk daya tolak yang kuat sehingga mempersulit situasi. Hal-hal berikut ini harus anda camkan dulu sampai ke tingkat bawah sadar untuk mengubah paradigma anda :

Fisika mempelajari perilaku alam

Oleh karena kita semua hidup di dalam alam, bahkan kita sendiri juga bagian dari alam, pengalaman merupakan dasar yang kuat dalam belajar fisika. Logika fisika pada tingkat dasar adalah logika masuk akal, yakni yang sesuai dengan pengalaman. Memang dalam tingkat lanjutan, pengalaman kita akan tertinggal jauh oleh penjabaran fisika secara matematis, sehingga posisinya menjadi terbalik, yaitu kita memanfaatkan fisika untuk membuat prediksi perilaku alam, termasuk gejala yang belum pernah kita alami.

Fisika tidak identik dengan matematika

Jangan terjebak oleh tampak luar fisika. Persamaan fisika bukan persamaan matematik biasa, mereka dilatarbelakangi oleh berbagai cerita, kondisi, dan asumsi model. Matematika dipilih sebagai bahasa dalam fisika, karena sifatnya yang kompak dan konsisten. Alur logika matematik dapat menggelinding sendiri mendahului logika manusia yang hanya bersandarkan pengalaman. Jadi rumus fisika hanyalah alat, bukan fisika itu sendiri. Soal-soal adalah ajang latihan bagi anda untuk memahami gejala fisikanya, bukan sekedar berlatih melakukan perhitungan.

Langkah belajar

Setelah anda berhasil menyumbat kesalahpahaman anda terhadap fisika, marilah kita membahas langkah-langkah untuk belajar fisika. Belajar dalam arti sesungguhnya, bukan hanya bertujuan lulus ujian saja.

1. Ingatlah konsep atau hukum fisika berdasarkan ceritanya, bukan rumusnya

Seperti cerita dalam buku atau film, kita dengan mudah mengingatnya tanpa usaha yang berarti. Pada dasarnya manusia menyukai cerita, otak kita amat mahir dalam mengingat cerita. Oleh sebab itu jika anda tahu persis jalan cerita sebuah konsep fisika, anda akan mengingatnya dengan mudah, termasuk rumus-rumus matematik yang dipergunakannya. Kemudian kaitkan konsep ini dengan pengalaman anda sendiri tentang perisitiwa nyata dalam kehidupan sehari-hari agar lebih mantap.

2. Kuasai bahasa pokok fisika : matematika

Matematika diperlukan sebagai alat untuk melakukan analisa dalam fisika. Anda harus tahu cara kerja sebuah alat sebelum menggunakannya mengerjakan sesuatu. Pada tingkat dasar, anda perlu tahu tentang : aljabar, kalkulus (turunan dan integral), dan vektor. Jika anda belum menguasainya, anda akan berjalan di tempat, anda tidak akan ke manamana dalam fisika.

3. Analisalah soal fisika berdasarkan ceritanya, bukan angka-angkanya

Soal fisika juga memiliki jalan cerita. Cocokkan ceritanya ini dengan cerita yang anda ingat dalam konsep-konsep yang sudah anda pelajari. Jika anda menemukan alur cerita yang mirip dengan soal itu, maka anda telah menemukan konsep yang akan dipakai untuk memecahkan permasalahannya. Soal adalah ajang latihan bagi logika anda dan memperkuat pemahaman anda tentang sebuah konsep dalam fisika.

4. Carilah arti fisis hasil perhitungan atau penurunan rumus fisika

Hasil perhitungan atau penurunan rumus fisika bukanlah sekedar bilangan atau simbol-simbol belaka. Mereka juga menyimpan pengertian fisis seperti konsep-konsep yang dipakai untuk menghasilkannya. Tanpa interpretasi fisis, tidak ada gunanya kita bergelut dengan matematik perhitungannya. Umpan balik yang diberikan oleh hasil perhitungan ini amat konstruktif bagi penguasaan fisika anda.

5. sintesakan konsep yang sedang anda pelajari dengan konsep-konsep yang sudah anda

pelajari sebelumnya

Dengan melakukan sintesa, anda akan mengetahui penerapan konsep yang sedang anda pelajari beserta kemungkinan-kemungkinannya yang lain. Di sinilah letak manfaat mempelajari dan menekuni sebuah bidang keilmuan.

Petunjuk teknis

· Uraikan cerita lengkap konsep fisika pada suatu bab dalam catatan anda. Catatan yang hanya memuat rumus-rumus dan contoh soal tidak bermanfaat. Catat pula pengertian yang anda peroleh sendiri, baik dari kuliah, diskusi, maupun literatur.

· Dalam contoh soal, sisipkan komentar-komentar, baik tentang maksud soal, relevansi dengan konsep yang sudah dipelajari, maupun alasan-alasan langkah dalam penyelesaiannya. Jangan lupa memberikan interpretasi fisis pada hasil akhirnya.

· Tuliskan rangkuman tentang pengalaman anda pada akhir setiap bab. Komentari kemungkinan kaitannya dengan konsep yang ada pada bab-bab sebelumnya, atau bahkan

relevansinya dengan bidang yang lain. Jika anda melakukan langkah-langkah di atas, tidak ada alasan lagi bahwa fisika itu susah dipelajari. Fisika itu memang mudah.

(oleh : Sugata Pikatan)

Minggu, 12 Juli 2009

POLARISASI

Telah dilakukan eksperimen polarisasi untuk menentukan sudut putar jenis larutan gula (α), mengetahui pengaruh konsentrasi larutan terhadap terhadap sudut putar bidang polarisasi (),. Metode yang digunakan yaitu dengan merangkai alat Polarisator Landolf Lippich kemudian mencari saat tabung kosong dan saat berisi air suling. Mengisi tabung dengan larutan gula dan mencari larutan gula. Dari hasil eksperimen diperoleh besarnya sudut putar jenis larutan gula (α) secara perhitungan yaitu , sedangkan dari hasil analisis grafik hubungan dan konsentrasi gula (c) yaitu 1,43 . Dari hasil eksperimen diketahui bahwa besarnya sebanding dengan c. Semakin tinggi konsetrasi larutan semakin besar sudut putar bidang polarisasi larutan tersebut

Rabu, 24 Juni 2009

PENENTUAN HUKUM II NEWTON MENGGUNAKAN AIR TRACK DAN COMPUTER TIMING SYSTEM

ABSTRAK

Telah dilakukan eksperimen penentuan Hukum II Newton dengan tujuan untuk menyelidiki gerak peluncur pada Air Track di bawah pengaruh gaya konstan, dengan menggunakan Komputer Photogate Timing System dan untuk menentukan Hukum II Newton dari gerak peluncur melalui analisis grafik. Percobaan pertama massa total dibuat konstan. Percobaan kedua massa glider sebagai variebel manipulasi, massa beban penggantung dibuat tetap.pada percobaan ketiga massa glider dibuat tetap, massa beban penggantung sebagai variable manipulasi Dari percobaan pertama diperoleh grafik hubungan antara percepatan (a) dengan massa glider (m),hubungan antara percepatan (a) dengan massa beban penggantung(ma). Grafik yang diperoleh menunjukkan bahwa bessarnya percepatan berbanding terbalik dengan massa glide dan berbanding lupus dengan gaya yang bekerja (Fa). Dari percobaan kedua diperoleh grafik hubungan antara percepatan (a) dengan massa glider (ma). Grafik yang diperoleh menunjukkan bahwa besarnya percepatan berbanding terbalik dengan massa glider .Dari perobaan ketiga diperoleh grafik hubungan antara percepatan (a) dengan gaya yang bekerja pada glider (Fa).Grafik yang diperoleh menunjukkan besarnya percepatan (a) berbanding lurus dengan gaya yang bekerja pada glider(Fa).Dari ketiga grafik tersebut telah dapat memenuhi Hukum II Newton yaitu F a = m .a
Kata kunci :Hukum II newton, air track dan computer timing sistem


Jumat, 12 Juni 2009

Penerapan Teknologi Simulasi Untuk Merancang Media Virtual pada Percobaan tetes minyak milikan Menggunakan Easy Java Simulation

Latar Belakang

Perubahan status IKIP Surabaya ke Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membuat kampus ini harus benar-benar siap melahirkan sarjana yang mampu berkompentesi dalam bidang pendidikan maupun non pendidikan। Dari itulah kampus Unesa harus benar-benar memberikan fasilitas yang menunjang, seperti: media virtual, multimedia, perpustakaan, media pembelajaran, dan lain-lain. Jadi semua Kegiatan belajar Mengajar (KBM) dan sarana prasarananya harus memungkinkan mahasiswa terlibat aktif. Akan tetapi kenyataan di lapangan untuk kelas non pendidikan dari segi fasilitas media pembelajarannya masih kurang sehingga mahasiswa non-kependidikan yang ingin melakukan eksperimen untuk membuktikan suatu teori masih belum bisa. Oleh karena itulah, diperlukan pengembangan dari segi fasilitas untuk media pembelajaran untuk mahasiswa yakni dengan media virtual. Dimana dengan media virtual ini mahasiswa bisa melakukan eksperimen secara virtual untuk lebih memahami gejala – gejala fisis yang bersifat mikroskopis sehingga sulit dilakukan secara eksperimen, solusi dari hal ini adalah membuat media virtual yang nantinya akan dirancang menggunakan komputer yang didukung dengan

software. Gejala fisis yang berkaitan dengan hal – hal yang bersifat mikroskopis diantaranya penentuan muatan elektron elementer, hal ini bisa dilakukan secara eksperimen tetes minyak milikan menggunakan APPARATUS PASCO model AP 8210 namun banyak kesulitan – kesulitan dalam pelaksanaanya,diantaranya:mengamati gerak elektron,pengadaan alat eksperimen mahal dan umumnya mahasiswa kurang teliti dalam melakukan eksperimen sehingga hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan teori,oleh sebab itu kami mencoba mendesain laboratorium virtual percobaan tetes minyak milikan untuk menentukan muatan elektron elementer. Selain gejala yang bersifat makroskopis. mahasiswa dapat merancang suatu simulasi tentang perkuliahan yang dimana teorinya bersifat abstrak. Pada penelitian ini akan dikembangkan media pembelajaran untuk mahasiswa. Media pembelajaran yang akan dikembangkan yakni dengan cara Merancang Media Virtual pada Percobaan tetes minyak milikan dengan menggunakan teknologi komputerisasi dengan menggunakan software Easy Java Simulation(EJS). Selanjutnya media virtual akan diterapkan di kelas yang dipilih yaitu program studi fisika reguler.

Perumusan Masalah/Fokus Penelitian Masalah yang ingin diselesaikan dalam penelitian adalah bagaimana kelayakan media virtual di kalangan mahasiswa, dosen, dan para ahli media?

Tujuan Penelitian: Terdapat beberapa tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini. Tujuan-tujuan tersebut adalah mengetahui kelayakan media virtual di kalangan mahasiswa, dosen, dan para ahli media sebagai perangkat alternatif dalam media pembelajaran.

Manfaat Penelitian: Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :

Manfaat bagi mahasiswa: Mahasiswa dapat lebih memahami materi perkuliahan tentang tetes minyak milikan dengan cara menggunakan media virtual untuk bisa mengetahui muatan elekton elementer. Mahasiswa mampu merancang sendiri simulasi – simulasi terkait materi perkuliahan fisika yang bersifat abstrak Memberikan motivasi pada mahasiswa untuk bisa merancang sendiri media virtual lainnya.

Manfaat bagi pengajar/dosen: Mempermudah pihak dosen untuk mensimulasikan materi perkuliahan fisika yang bersifat mikroskopis Membawa gejala fisis fisika ke dalam kelas atau di mana saja mereka ingin menerapkan media virtual.

Manfaat bagi lembaga/jurusan :Memiliki media virtual yang dapat dijadikan fasilitas untuk mahasiswa dalam membuat suatu simulasi।

Cara Membuat simulasi penentuan muatan elektron elementer pada” Tetes Minyak Milikan” Terlebih dahulu kita mengklik workpanel sampai muncul enter the new name seperti gambar berikut Gambar 1: Enter the new name
Kemudian kita tulis nama pendahuluan. Dalam pengisian di bagian pendahuluan klik kanan daerah workpanel kemudian pilih edit, setelah itu kita isi bagian dari pendahuluan seperti pada gambar berikut Gambar 2: Pendahuluan
Setelah mengisi dan membuat pendahuluan kita akan membuat Model yang terdiri dari Variable, Initialization, Evolution, Constraints, Custom dimana bagian-bagian tersebut dibuat lagi sub-sub bagiannya. Klik Variable,kemudian kita buat sub bagiannya dengan cara klik pada bagian workpanel lalu kita buat sub bagiannya antara lain coordinate, languange,view,particle tampilan dimana bagian – bagian tersebut diisi dengan program. Coordinate
Gambar 3: Variabel coordinate 2) Languange Gambar 4: Variabel Languange


3) View Gambar 5: Variabel View

4) Particle Gambar 6 Variabel View

Tampilan Gambar 7: Variabel tampilan
Model Variabel perlu untuk diberi inisilasasi (nilai awal). Menyediakan suatu nilai awal (Initialization) untuk masing-masing variabel, diperlukan nilai awal dengan tepat dari sistem.
Gambar 8: Model initialization


Evolutions Model Panel berikutnya, memberi label “ Evolutions”, mempunyai arti penting khusus digunakan untuk menandai adanya harus berbuat apa simulasi ketika evolusi berjalan Gambar 9: Evolutions Model

Constraints Subpanel memberi label “ Constraints” digunakan untuk menulis kode Ejs yang diperlukan untuk menetapkan adanya hubungan yang pasti antar variabel yang mempresentasikan system fisis yang disimulasikan. Gambar 10: Constrains Metode Custom Subpanel yang terakhir yang terkait model diberi label “ Custom”. Panel ini dapat digunakan oleh pembuat simulasi untuk mendefinisikan metode Java. Dengan cara yang berbeda untuk panel custom terkait model, di mana peran utama dirumuskan dengan baik di dalam struktur simulasi, metoda diciptakan di dalam panel ini harus dengan tegas digunakan oleh pembuat simulasi di dalam bagian lain dari simulasi.Didalam elemen custom terdiri atas sub-sub diantaranya:milikan,play pause,drop,GetA,dValue,SetV,ChangeV,ChangeQ 1.Milikan Gambar 11: Metode Custom Milikan 2.Playpause Gambar 12: Metode Custom Playpause 3.Drop
Gambar 13: Metode Custom Drop 4.GetA
Gambar 14: Metode Custom GetA


5.dValue
Gambar 15: Metode Custom dValue
6.SetV
Gambar 16: Metode Custom SetV
7.ChangeV
Gambar 17: Metode Custom ChangeV
8.ChangeQ Gambar 18: Metode Custom ChangeQ

Memeriksa View Mendesain view dari simulasi memerlukan dua langkah. Pertama kita perlu membangun pohon elemen dan memberi nama masing-masing elemen. Pohon elemen ini mendeskripsikan secara grafis komponen-komponen dari view sebab masing-masing elemen nampak seperti ikon (ada pada Elements for view) yang representatif sesuai dengan fungsinya. Gambar perkakas yang ada di Elements for view (sebelah kanan bingkai) silahkan klik dan di-drag ikon gambar sesuai yang dibutuhkan, untuk dipindahkan ke Tree of Elements yang telah dirancang. Pembuat simulasi harus memberi nama ilustratif pada masing-masing elemen, untuk memudahkan pembaca dalam memahaminya. Langkah yang kedua, mengedit property dari masing-masing elemen. Property adalah nilai-nilai internal yang terkait elemen itu, untuk menentukan bagaimana elemen terlihat dan berperilaku pada layar monitor. Kita mungkin tertarik dalam mengedit property dari suatu elemen untuk mengubah aspek statisnya dari grafis ( seperti bentuk, warna), atau untuk menggunakan variabel dari model untuk memodifikasi aspek dinamisnya ( ukuran atau posisi) pada layar. Mari kita lihat bagaimana kita menggunakan Properties dalam contoh simulasi gelombang elektromagetik ini. Gambar 19: View Hasil akhir tampilan simulasi gelombang elektromagnetik tampak pada gambar berikut: Gambar 20: Hasil akhir NB: Maaf beberapa gambar tidak bisa upload, ingin tahu hasil akhirnya bisa kontak saya

Pengukuran Permeabilitas Magnetik dengan Neraca Arus

Pengukuran Permeabilitas Magnetik dengan Neraca Arus
Oleh:
Gagus Ketut Sunnardianto

ABSTRAK

Telah dilakukan eksperimen Pengukuran permeabilitas magnetik dengan neraca arus di laboratorim eksperimen Fisika Unesa dengan tujuan untuk mengukur permeabilitas magnetik dengan neraca arus. Metode yang digunakan adalah menset neraca arus, memanipulasi beban yang diberikan, mengalirkan arus sanpai neraca kembali setimbang2. Dari eksperimen ini diperoleh nilai μ0=(4,670.13) Tm/A dengan taraf ketelitian 97,22%. .Dari eksperimen yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwa semakin besar massa yang berarti semakin besar gaya lorentz, maka arus semaki besar( gaya lorentz berbanding lurus terhadap kuat arus) dan nilai permeabilitas magnetik (0) adalah tetap meskipun massa beban yang diberikan berubah-ubah.

Rabu, 03 Juni 2009

SOLUSI NUMERIK OSILASI HARMONIK REDAMAN PAKSA

Suatu sistem dalam keadaan setimbang statis maupun dinamis, apabila dalam sistem demikian disimpangkan sehingga dihasilkan gerak osilasi, maka gerak demikian dinamakan gerak harmonik, dari osilator harmonik sederhana yang terdiri atas massa ( m ), dengan kostanta pegas K.

Sistem pegas – massa berosilasi pada sumbu –x pada permukaan horizontal. Osilator harmonik sederhana ditempatkan pada gerakan osilasi terus – menerus atau dinyatakan sebagai osilasi bebas. Dalam praktiknya, sistem osilasi ini akan kehilangan energi dan akhirnya akan berhenti.

Untuk osilasi harmonik teredam, ditinjau kembali suatu benda bermassa m dihubungkan dengan pegas, pada osilator sederhana akan selamanya berosilasi, tetapi pada kenyataannya pada setiap sistem mempunyai redaman sehingga sistem akan berhenti berosilasi, Pengaruh gaya gesek pada benda yang bergerak harmonik adalah amplitudonya akan makin berkurang, akhirnya menjadi nol, artinya gerakan berhenti. Hal ini disebabkan karena tak ada energi yang diambil dari luar. Gerakan ini disebut gerak harmonic teredam. . Untuk mempertahankan osilasi suatu sistem osilator, maka energi berasal dari sumber luar harus diberikan pada sistem yang besarnya sama dengan energi disipasi yang ditimbulkan oleh peredamnya, osilasi yang demikian dinamakan sebagai osilasi paksaan atau disebut gerak harmonik yang dipaksakan yaitu gerak harmonik yang dipengaruhi oleh gaya luar yang bekerja terus – menerus secara periodik.

Metode numerik adalah solusi yang yang mendekati nilai sebenarnya atau solusi pendekatan, bila sudah sangat sulit atau tidak mungkin diselesaikan secara matematis (analitik) karena tidak ada theorema analisa matematika yang dapat digunakan, maka dapat digunakan metode numerik, pada kasus ini digunakan metode pendekatan Euler

n

t

x

z=x'

0

0

0

1

1

0,2

0,2

2

2

0,4

0,6

1,522121988

3

0,6

0,904424398

0,433413419

4

0,8

0,991107081

-0,722363527

5

1

0,846634376

-1,644170375

6

1,2

0,517800301

-2,186908675

7

1,4

0,080418566

-2,303267913

8

1,6

-0,380235016

-2,013114387

9

1,8

-0,782857894

-1,388213525

10

2

-1,060500599

-0,540944202

11

2,2

-1,168689439

0,389513717

12

2,4

-1,090786696

1,255237363

13

2,6

-0,839739223

1,920256681

14

2,8

-0,455687887

2,2806161

15

3

0,000435333

2,280232377

16

3,2

0,456481808

1,919644041

17

3,4

0,840410616

1,255998945

18

3,6

1,091610405

0,394137995

19

3,8

1,170438004

-0,529874019

20

4

1,0644632

-1,370181121

21

4,2

0,790426976

-1,994141188

22

4,4

0,391598738

-2,30326047

23

4,6

-0,069053356

-2,24874401

24

4,8

-0,518802157

-1,839201874

25

5

-0,886642532

-1,13929226

26

5,2

-1,114500984

-0,259515007

27

5,4

-1,166403985

0,66123306

28

5,6

-1,034157374

1,477586564

29

5,8

-0,738640061

2,060661525

30

6

-0,326507756

2,318403357

31

6,2

0,137172916

2,210120327

32

6,4

0,579196981

1,75290794

33

6,6

0,929778569

1,018949962

34

6,8

1,133568561

0,124122205

35

7

1,158393002

-0,790301713

36

7,2

1,00033266

-1,579954367

37

7,4

0,684341786

-2,120166968

38

7,6

0,260308393

-2,325651824

39

7,8

-0,204821972

-2,163967394

40

8

-0,637615451

-1,660640095

41

8,2

-0,96974347

-0,895134239

42

8,4

-1,148770318

0,011693631

43

8,6

-1,146431592

0,916675334

44

8,8

-0,963096525

1,676934157

45

9

-0,627709693

2,17244195

46

9,2

-0,193221304

2,324968926

47

9,4

0,271772482

2,11043443

78

9,6

0,693859368

1,562708742

49

9,8

1,006401116

0,768265705

50

10

1,160054257

-0,147469595

51

10,2

1,130560338

-1,039922688

52

10,4

0,922575801

-1,768194855

53

10,6

0,56893683

-2,217307933

54

10,8

0,125475243

-2,316356843

55

11

-0,337796125

-2,049703939


Penyelesaian persamaan diferensial secara numerik dengan metode euler dalam bahasa pemrograman pascal 1.5 merupakan penyelesaian yang Sangat sederhana, hasil penyelesaiannya merupakan penyelesaian pendekatan dengan nilai error yang cukup besar. Untuk mengurangi errornya diambil h yang cukup kecil ( h = 0.2 ), akan tetapi harus menambah jumlah iterasinya

Dari perhitungan numerik dengan menggunakan Excel didapat grafik getaran keadaan steadi. Hal ini dikarenakan gaya luar yang bekerja pada sistem selama gerakan getarannya sehingga sistem cenderung bergetar pada frekuensi sendiri disamping mengikuti frekuensi gaya eksitasi, akhirnya sistem akan bergetar pada frekuensi gaya eksitasi dengan mengabaikan kondisi awal atau frekuensi pribadi sistem.

{PROGRAM OSILASI HARMONIK REDAMAN PAKSA DENGAN METODE EULER}

===========================================================

Dibuat pada :Desember 2007

Oleh :Gagus Ketut Sunnardianto

N0 :053224025

Fisika/Komputasi/2005

===========================================================}


program osilasi_redaman_paksa_Euler;

uses wincrt;

label ulang;

var t,ta,t0,xa,x0,z0,ya,za,h,dx,dz:real;

i,n:integer;

ab:char;

Begin

ulang:

clrscr;

write('Masukkan nilai awal t0 =');

readln(t0);

write('Masukkan nilai awal x0 =');

readln(x0);

write('Masukkan nilai awal z0 =');

readln(z0);

z0:=1;

x0:=0;

t0:=0;

write('Anda akan mencari nilai fungsi pada t =');

readln(t);

write('Berapa kali iterasi yang diinginkan =');

readln(n);

h:=0.2;

xa:=x0;

za:=z0;

writeln(' Hasil iterasi fungsi x dan z dengan metode euler ');

writeln('--------------------------------------------------------------------');

writeln(' n t x z ');

writeln('--------------------------------------------------------------------');

for i:=1 to n do

begin

dx:=h*z0;

dz:=h*(10*cos(2*t)-5*z0-8*x0);

ta:=t0+h*i;

xa:=xa+dx;

za:=z0+dz;

writeln(': ', i , ' : ',xa,' : ', za ,' : ');

end;

writeln('--------------------------------------------------------------------');

writeln('jadi nilai fungsi x(',ta:6:3,')=',xa);

writeln;

write('Apakah anda ingin mengulangi (Y/T)');

readln(ab);

if (ab='y') or (ab='Y') then

begin

goto ulang;

end

else

begin

end;

end.


(Maaf beberapa gambar dan penurunan rumus tidak bisa upload)

Senin, 11 Mei 2009

MEMAKNAI HIDUP DARI FISIKA DAN BIOLOGI


Hai sobat! dalam pelajaran Fisika, bagaimana benda dikatakan bergerak…?

Gini guys! Benda dikatakan bergerak jika kedudukannya berubah terhadap titik acuan tertentu. Ohhh.....begitu.

Gerak bersifat relatif lho ya...! buseett....., koq bisa ya...?

For example : si Gagus berangkat ke kampus UNESA naik sepeda.

Gagus dikatakan ” BERGERAK” bila titik acuan yang diambil adalah ”KAMPUS” but

Gagus dapat dikatakan diam bila titik acuan yang diambil adalah ”SEPEDA”.

Oh itu yang namanya relatif, mari bro kita belajar dari gerak yang bersifat relatif

Gini ya...!

Kalau tadi Gagus dapat dikatakan ”BERGERAK” bila titik acuan yang diambil adalah kampus tetapi Gagus dapat dikatakan ”DIAM” bila titik acuan yang diambil adalah sepeda. Sekarang mari kita terapkan dalam kehidupan kita, bisa saya katakan titik acuan yang diambil tersebut berkaitan dengan cara pandang kita terhadap diri kita sendiri, cara pandang kita terhadap orang lain, dll ( pokoknya berkaitan dengan cara pandang kita ya bro...!).

In fact, we must positive thinking. Ok guys…!

Explain : Saya sekarang kuliah sambil kerja ngajar privat “ from home to home”

Alias jadi pria panggilan ( et, et jangan negatif thinking ya, maksudku adalah pria panggilan ngajar privat…J). Uihh sibuk banget harus kerja sambil kuliah, kalo Qt punya cara pandang yang negatif ( memandang kelemahan, kesusahan, kesengsaraan, dll) so Qt tidak akan berkembang dan pada akhirnya sedikit-sedikit mengeluh) tetapi kalo cara pandang qt postif ( tiap bulan dapat gaji, bisa jalin silaturahim dengan keluarga yang anaknya les ke qt, kita bisa sambil belajar memperkuat ilmu, dapat pengalaman, dll), pasti dech menjalani hidup ini akan terasa nikmat, mantap, top, joss, yes, prima, …..!

so belajarlah dari bunga mawar yang indah…! Jadi ketika kita punya cara pandang yang positif terhadap bunga mawar ( indah, harum, romantis, cinta, kasih saying) maka akan melahirkan “EPOS” ( Energi .positif ) untuk menjalani kehidupan so qt bisa terus survive dalam menjalani hidup BUT kalo Qt punya cara pandang terhadap bunga mawar yang negatif ( banyak durinya, luka, darah, sakit, handsaplast, handyplast, tajam) maka tanpa disadari akan menghasilkan “ENEG” (Energi Negatif) so hidup kita gak bisa enjoy, bingung dan banyak konflik batin ( buseet, gak mau ah… jk punya “ENEG” mendingan punya “EPOS” yang banyak dech…! Haha).

Setelah belajar gerak dari segi Fisika, yuuk, Qt coba belajar lagi tentang gerak dari segi Biologi…..!, kita tahu system gerak manusia khan…..!. sistem gerak manusia tersusun atas sistem gerak pasif (sistem kerangka) dan sistem gerak aktif (sistem otot).

Sekarang supaya kita selalu aktif mari kita belajar dari sistem gerak aktif yang berupa otot. Salah satu cara kerja otot yaitu :

  1. Ekstensor ( meluruskan ) misalnya meluruskan lengan bawah.
  2. Abduktor ( mendekat) misalnya merapatkan jari.
  3. Depresor ( kebawah) misalnya saat menunduk.
  4. Supinator (menengadah) misalnya menengadahkan telapak tangan.

Busett, apa ya makna yang tersirat dari cara kerja otot tersebut…? Hemmm

Jika kita ingin bahagia dunia-akhirat yang pertama yaitu :

  1. Ekstensor ( meluruskan ), kita harus melurukan niat dan punya targetan-targetan dalam sehari, jika niat kiat sudah bulat maka kita akan fokus pada targetan tersebut dan inilah yang disebut dengan “The power of focus”. Jika dalam sehari bisa mencapai targetan tertentu, anda banyangkan dalam waktu seminggu, sebulan, setahun, targetan yang kita capai sudah besar sehinngga kita akan mendapatkan kenikmatan dari proses usaha keras kita. Ini saya alami sewaktu saya mulai mengerjakan skripsi, skripsi saya kerjakan di awal semester 6 setiap hari saya punya targetan tertentu untuk skripsi saya, syukur alahmdulillah setiap hari targetan itu tercapai dan akhirnya saya sudah ujian skripsi bulan maret 2009 ( lebih awal dari waktu yang telah ditentukan), sementara teman-teman saya belum ada yang ujian skripsi). Puji syukur alhamdulillah dari hasil keras tersebut membawa kenikmatan yang indah, tinggal nunggu wisuda bulan oktober nanti! Haha…..
  2. Abduktor ( mendekat ), kita harus berusaha mendekat dan menyatu dengan orang-orang sukses, belajar dari pengalaman orang-orang sukses sehingga bisa terinspirasi dari kesuksesan beliau, selain itu kita harus berusaha mendekat pada Allah ( beriman ). Kita belajar hidup dari petani, petani yang sedang menanami ladangnya dengan padi berusaha supaya padinya bisa tumbuh subur dengan tanahnya diberi pupuk, pengairan yang cukup, menjaga dari hama tanaman padi, namun siapa yang menumbuhkan bibit padi sebesar 1 cm yang pada akhirnya padi bisa dipanen…? Tentu saja ini adalah intervensi Allah yang maha dahsyat…! Belajarlah dari Alam, sinergikan kehidupan mikrokosmos ( kehidupan kita) dengan makrokosmos ( alam semesta ) karena sudah sunnatullah antara mikrokosmos dan makrokosmos bersinergi.
  3. Depresor ( kebawah), bisa saya analogikan kita harus melihat “bawah” jika berhadapan dengan hal duniawi. Ini adalah contoh nyata yang saya alami : saya adalah anak penjual jamu tradisional yang sedang merantau kuliah di Surabaya, kebanyakan teman-teman saya ortunya pada jadi “PNS”, secara finansial baik di kos maupun di kampus, bisa dikatakan saya yang paling miskin tetapi itu semua tidak membuat saya putus asa untuk kuliah, saya ambil positifnya aja dan saya selalu bersyukur karena masih banyak orang-orang yang tidak bisa kuliah karena tidak punya uang. Selain itu dengan melihat ke “ bawah” ada makna tersendiri yang berkaitan dengan Maha pencipta yaitu tanah ( ada di bawah), mengingatkan kita bahwa manusia diciptakan dari tanah dan kita sangat lemah dihadapanNya, dengan mengingat manusia diciptakan dari tanah dan akan kembali ke tanah ( waktu dimakamkan) maka kita teringatkan dengan “kematian”. Sudahkah Anda mempersiapkan diri untuk menghadapi ajal yang datang sewaktu-waktu….? Mohon renungkanlah saudaraku tercinta……!
  4. Supinator ( menengadah) makna yang tersirat secara horizontal (sesama manusia) banyak anak-anak yatim piatu yang menengadah dan memerlukan bantuan kita, tumbuhkan kebiasaan sikap altruis (mementingkan orang lain) dan bersedekah kepada anak yatim dan orang-orang miskin sehingga pada hari kiamat kelak, kita akan berada dibawah naungan sedekahnya. Ketahuilah bahwa apa yang kita makan sendiri pada akhirnya akan tersimpan di dalam kakus. Sedangkan yang disedekahkan akan tersimpan dalam gudang perbendaharaan Allah. Karena itu, menyedekahkan kelebihan makanan lebih baik daripada terkena penyakit pencernaan dan kekenyangan. Makna yang tersirat secara vertikal ( terhadap Allah) adalah kita dianjurkan untuk selalu bermunajat, berdoa kepada Allah dengan sepenuh hati. Ia pasti mengabulkaanya. Saat berdoa upayakan tubuh kita berada dalam kondisi fresh, maka hati kita akan berada dalam kondisi tenteram, kecerdasan intuitif mengalir bersama keheningan untuk menyampaikan permohonan. Di situlah proses cleaning hati dari berbagai kotoran yang menjijikkan, hati akan terisi nur sehingga di sepanjang hari akan senantiasa ingat kepada Allah serta mendorong pada kebaktian sempurna.

Terimakasih ya Allah,

Engkau telah mengingatkan hambamu dari pembelajaran terhadap “makrokosmos” dan “mikrokosmos” bagi yang mau berpikir……..!

Jika Anda mempunyai opini, tanggapan ataupun komentar silahkan submit di kolom komentar di bawah…!

Salam sukses....!

Peace be unto. struggle for life and do invidual duty , don't Restless, don't respect but you must intimate with your friends and Good tempered.

Regards
(Gagus Ketut S)